Jumat, 18 November 2011

Alasan cewek bule tergila-gila cowok suku masai di Afrika

Suku Masai adalah suku pejuang di Kenya yang selalu menyimpan rahasianya. Sekarang tidak lagi rahasia yang kenyataannya adalah, bahwa perempuan terutama dari Jerman dan juga dari negara bagian lain mengunjungi Kenya hanya untuk menemukan seorang prajurit Masai sebagai kekasih.

Begitu mereka menemukan suku Masai wanita-wanita ini akan menceraikan suami mereka dan menyerahkan gaya hidup mewah mereka untuk Masai. Mengapa mereka melakukan itu? ok, perempuan secara alamiah sering melakukan atw bertindak yang aneh2, tapi kita harus setuju, tindakan2 para wanita ini sedikit aneh untuk mereka lakukan. Jadi apa rahasia dari Masais yang mendapat wanita ini terpancing untuk hidup bersama mereka? Apakah ini sihir voodoo tradisional Afrika atau beberapa obat dan jamu?

The Masais tinggal di hutan dan sangat rahasia. Bahkan warga Kenya sendiripun, sangat sedikit yang mengetahui rahasia mereka. Sebuah studi baru-baru ini wanita yang telah berhasil membebaskan diri dari lengan dan daya tarik dari Suku Masai telah mengungkapkan kebenaran mengejutkan.

Pejuang Masai baru di anggap pejuang, hanya apabila ia telah membunuh seekor singa sendirian di hutan. Mata pencaharian utama suku masai adalah beternak. Untuk melingdungi ternak-ternak mereka dari serangan binatang buas seperti singa dan binatang pemangsa lainnya, setiap pemuda suku Maasai ”diwajibkan” untuk mampu bertarung dengan singa dan binatang buas lainnya. Sebagai bagian dari proses inisiasi mereka menjadi dewasa, pemuda Maasai diwajibkan untuk membunuh singa. Jadi, mereka membunuh singa bukan karena mau unjuk kehebatan tetapi semata-mata untuk melindungi ternah-ternak mereka. Satu nyawa singa untuk satu nyawa ternak mereka yang dibunuh oleh singa.


Perempuan bisa tertarik kepada orang-orang yang berani dan menantang

Informasi hal aneh yang dapat menyebabkan para wanita "BULE" tersebut tergila2x dengan mereka, adalah

Pejuang Masai seringkali pulang cepat dari berburu, apabila mereka sudah tiba rumah mereka dan mendapati sebuah tombak menancap tegak berdiri di depan pintu rumahnya, berarti sang istri sedang sibuk dengan "pejuang Masai" lainnya. sang suami tidak akan melakukan tindakan apapun, dan bahkan berusaha semampu mungkin untuk tidak di ketahui keberadaannya oleh penghuni rumah (istri dan selingkuhannya).

Pejuang Masais di sunat dengan cara yang unik (Di ukir) agar dapat menambahkan kenikmatan lebih untuk pasangannya.
Pejuang Masais melukis diri sendiri untuk menarik perempuan. Para perempuan siap untuk membayar cukup banyak untuk mendapatkan Masai. Jungli gigolos.

Hal itu juga terjadi pada seorang wanita Jerman yang bernama Corinne Hofmann. Dia jatuh cinta pada seorang pejuang masai ketika berlibur di Kenya. Dia bahkan rela meninggalkan kehidupan modernnya di Jerman demi tinggal di sebuah gubuk sederhana bersama sang suami dan ibu mertuanya. Meski akhirnya dia memutuskan untuk pulang kampung bersama putrinya Napirai setelah empat tahun hidup bersama. Kisahnya telah di terbitkan sebagai novel dengan judul "The White Massai" yang menjadi best seller internasional.

sumber :  kaskus.us

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar